Featured Posts

[Hot][Fakta][Politik][pemerintah]

Guru yang Dipecat Bupati Serahkan Kuasa Hukum ke TAJI Sukabumi

April 05, 2019
Guru salah satu SMP negeri di Kabupaten Sukabumi, Firman Munggaran yang dipecat Bupati Sukabumi, Marwan Hamami menyerahkan penanganan kasusnya ke Lembaga Bantuan Hukum TAJI (Tim Advokasi Jawara dan Pengacara Indonesia) Sukabumi Raya, Rabu (3/4/2019).  Kepada LBH TAJI, Firman meminta bantuan hukum dan pendampingan untuk menempuh proses pembatalan atau pencabutan keputusan bupati yang memberhentikan dirinya dari status PNS.
Pemecatan yang menimpa Firman dilakukan bupati berdasarkan tuduhan bahwa dia tidak masuk kerja selama 318 hari dalam kurun waktu 4 tahun. Kalau memang tuduhan sebagaimana tercantum pada Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 862/Kep. 705-BKPSDM/2018 tentang Pemberhatian dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri Sebagai PNS kepada Firman Munggaran, S.Pd. terbukti, sanksi bagi Firman memang berat.
Tapi masalahnya Firman tidak merasa telah melakukan kesalahan tersebut. Menurut dia, ada kesalahan dalam sistem absensi yang mengakibatkan dirinya dituduh melakukan pelanggaran seberat itu. Tidak masuk kerja selama 318 hari selama 4 tahun yang menjadi dasar pemecatan, kata dia, sama sekali tidak masuk akal. Karena berdasarkan peraturan, tidak masuk selama 47 hari dalam kurun waktu satu tahun saja dapat mengakibatkan PNS diberhentikan.
“Seharusnya saya sudah diberhentikan sejak beberapa tahun yang lalu ketika tidak masuk kerja selama 47 hari. Ini harus menunggu sampai saya dianggap tidak masuk kerja selama 318 hari dalam kurun waktu 4 tahun,” kata Firman.
Guru berlatar pendidikan sarjana penjas, kesehatan, dan rekreasi itu juga memiliki setumpuk bukti yang  memperkuat posisinya dalam memperjuangkan pembatalan keputusan bupati tersebut. Salah satunya, ketika dia mengikuti PLPG di Unpas Bandung dari pada 10-19 Agustus 2015 saat masih berstatus CPNS, dalam absen dia dianggap alpa atau tidak masuk kerja tanpa alasan atau keterangan yang jelas.
“Padahal saya memegang surat tugas dari dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dan saya dinyatakan lulus sebagai guru profesional PJOK,” tutur Firman.
Saat menerima Firman di Sekretariat Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (BJI) Presda Sukabumi Raya, Jalan Cikiray Kota Sukabumi, Ketua TAJI Sukabumi, Muhammad Rafi’i Nasution, S.H. menyampaikan, dia dan timnya akan mengawal kasus yang dibawa oleh Firman tersebut. Rafi’i siap mendampingi yang bersangkutan untuk menempuh segenap prosedur guna memulihkan hak Firman sebagai PNS dan guru  profesional PJOK.
“Kami akan menindaklanjuti pengaduan Pak Firman ke berbagai pihak, termasuk Bupati Sukabumi. Kami akan mencari celah-celah hukum dengan berbagai bukti yang kuat. Kami telah mencatat beberapa poin, antara lain Pak Firman diberhentikan tanpa melalui mekanisme teguran dan tahapan penundaan dan penurunan pangkat,” kata Rafi’i ketika  menerima Firman bersama Ketua BJI Presda Sukabumi Raya, Budhy Lesmana. (*)
Sumber Berita : Pelitasukabumi.com
Guru yang Dipecat Bupati Serahkan Kuasa Hukum ke TAJI Sukabumi Guru yang Dipecat Bupati Serahkan Kuasa Hukum ke TAJI Sukabumi Reviewed by Admin on April 05, 2019 Rating: 5

UPT Dukcapil Palabuhanratu Beri Layanan Khusus untuk Anak Yatim

February 18, 2019
Wartawan USEP MULYANA
Kantor UPT Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Palabuhanratu memberlakukan kebijakan yang bijaksana yakni membebaskan anak yatim yang berumur di bawah 18 tahun dari biaya pembuatan dokumen kependudukan. Sedangkan bagi kelompok masyarakat yang lainnya diberlakukan biaya sesuai dengan perda.
“Kebijakan ini diambil semata-mata mengharapkan limpahan keberkahan dan  kelancaran dalam menjalankan tugas,” kata Kepala UPT Dukcapil Palabuhanratu, Endra Mulyana dalam wawancara khusus awal pekan ini. 
Cakupan pelayanan gratis untuk anak yatim itu meliputi pembuatan akta kelahiran, kartu keluarga buat ibunya, atau KTP bagi anak yatim yang telah memenuhi syarat. Kelebihan dan hikmah membantu anak yatim, ujar Endra, nashnya jelas tercantum pada Al-Quran.
Sejak dilantik menjadi kepala UPT Dukcapil Palabuhanratu, Endra bersama anak buahnya langsung bergerak ke wilayah-wilayah terpencil untuk memastikan semua warga yang tinggal di wilayah pelayanannya memiliki dokumen kependudukan. Dia mencanangkan gerakan, semua warga terlayani dalam pembuatan KK, KTP, dan akta kelahiran. 
Turun ke bawah, kata Endra, diperlukan untuk  mempercepat proses pembuatan dokumen-dokumen tersebut. Dia menerapkan salah satu filosopi  dalam strategi sepak bola yaitu pertahanan terbaik adalah menyerang. Seperti itu pula, pola kerja yang diterapkannya agar mereka bisa langsung bertatap muka dan menjelaskan tentang pentingnya fungsi dokumen kependudukan bagi warga.
Dalam mewujudkan pelayanan optimal, kata Endra, jajarannya terkendala oleh terbatasnya mesin untuk proses perekaman dan pencetakan KTP. UPT Dukcapil Palabuhanratu harus melayani warga di 6 kecamatan yang terdiri Warungkiara, Bantargadung, Simpenan, Cikakak, Palabuhanratu, dan Cisolok dengan jumlah desa 58.  Di lingkungan kerjanya, Endra dibantu 10 orang staf dan 1 orang kepala tata usaha. “Kami semua sudah seperti saudara. Jadi di antara kami tidak mengenal atasan dan bawahan,” ujarnya. (*)
UPT Dukcapil Palabuhanratu Beri Layanan Khusus untuk Anak Yatim UPT Dukcapil Palabuhanratu Beri Layanan Khusus untuk Anak Yatim Reviewed by Admin on February 18, 2019 Rating: 5

HPN 2019, Gaji Wartawan Masih Saja di Bawah Standar

February 11, 2019
Wartawan Iyus Firdaus PWI
Gaji dari sebagian wartawan yang bertugas di wilayah Sukabumi masih berada di bawah standar yang layak. Banyak wartawan yang penghasilan tiap bulannya tidak mencukupi untuk menutup pengeluaran selama satu bulan. Mereka harus gali lubang tutup lubang untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Karenananya diskursus yang dikembangkan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 tidak hanya menyangkut urusan otak yang direpresentasikan dengan profesionalisme wartawan, tetapi juga penting dibahas urusan kebutuhan perut para wartawan. 
“Meningkatkan profesionalisme wartawan memang penting, bahkan teramat penting. Tetapi juga penting dibahas dan diperhatikan kesejahteraan para wartawan. Bagaimanapun wartawan berhak memperoleh kesejahteraan dalam hidupnya atas profesi yang ditekuninya,” kata Ketua PWI Perwakilan Kota Sukabumi, Abu Hanifah Nasution dalam pernyataannya terkait HPN 2019, Sabtu (9/2/2019).
Sudah menjadi rahasia umum, ujar Hanif, tidak sedikit wartawan yang gajinya  di bawah standar, bahkan ada yang di bawah UMK. Di sisi lain, sebagian wartawan memang dapat menikmati hidup sejahtera karena mendapatkan penghasilan dari usaha yang halal seperti berdagang, menjalankan kongsi usaha dengan pihak lain, atau bisnis di bidang jasa. 
“Saya sering berdialog dengan wartawan dari berbagai organisasi dan media. Sebagian besar dari mereka menyampaikan keluhan minimnya penghasilan yang tidak mencukupi untuk mengimbangi perkembangan harga-harga barang yang terus melambung. Makanya refleksi peringatan Hari Pers Nasional tahun ini, saya juga fokus pada program peningkatan kesejahteraan wartawan di samping upaya meningkatkan profesionalisme” ungkap Hanif.
Hal itu sejalan dengan program kerja kepengurusan PWI Kota Sukabumi yang dipimpinnya yakni memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan para wartawan. Di Kota Sukabumi masih ada wartawan yang belum mempunyai rumah, mereka tinggal di rumah kontrakan atau rumah orang tua.
“Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah memperjuangkan kepemilikan rumah bersubsidi bagi anggota PWI di Kota Sukabumi dan wartawan lainnya. Alhamdulilah sudah ada pengembang yang mau memperjuangkan perumahan untuk wartawan,” katanya.
Sebagai jurnalis berdarah Nasution seperti Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Hanif akan terus berjuang untuk mewujudkan programnya itu. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung ini bersama rekan-rekannya di PWI Kota Sukabumi sudah meletakkan fondasi untuk mencapai obsesi dan cita-cita mensejahterakan wartawan. “Pada peringatan Hari Pers Nasional ini, kami mengajak rekan-rekan wartawan dari semua organisasi untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan disertai kerja keras untuk meningkatkan profesionalisme,” ujar Hanif. (*)
Sumber: Pelitasukabumi.com
HPN 2019, Gaji Wartawan Masih Saja di Bawah Standar HPN 2019, Gaji Wartawan Masih Saja di Bawah Standar Reviewed by Admin on February 11, 2019 Rating: 5

Kabar Baru Vanessa Angel : Mudah Percaya, Vanessa Angel Tak Menyangka Dirinya Bakal Dijebak di Kamar Hotel

January 07, 2019
Kapanlagi.com - Nama aktris Vanessa Angel belakangan jadi perbincangan hangat oleh publik lantaran dirinya diduga terlibat kasus prostitusi. Setelah bungkam selama beberapa waktu, akhirnya pengacara Vanessa Angel dan Jane Shalimarselaku sahabat pun buka suara soal insiden penggerebekan yang terjadi di Surabaya itu.


Pengacara Vanessa. Muhammad Zakir Rasyidin menyebut kliennya tak pernah terlibat praktik prostitusi seperti yang telah diberitakan selama ini. Menurut penuturannya, kedatangan Vanessa di Surabaya murni untuk menerima job sebagai MC dari seorang wanita bernama Siska.
"Klien kami tidak pernah seperti apa yang dituduhkan. Dia datang diundang oleh wanita bernama Siska. Mbak Vanessa kenal kurang lebih satu tahun dengan Siska. Ke sana atas panggilan saudara Siska untuk mengisi suatu acara bukan sebagai korban prostitusi. Dia berada di tempat dan waktu yang salah," ujar Muhammad Zakir Rasyidin, saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (7/1).
Sumber: Kapan Lagi

Kabar Baru Vanessa Angel : Mudah Percaya, Vanessa Angel Tak Menyangka Dirinya Bakal Dijebak di Kamar Hotel Kabar Baru Vanessa Angel : Mudah Percaya, Vanessa Angel Tak Menyangka Dirinya Bakal Dijebak di Kamar Hotel Reviewed by Admin on January 07, 2019 Rating: 5
Powered by Blogger.