05 Juli, 2019

DLH Menjamin Limbah PT Promed Aman Bagi Lingkungan

Wartawan Aep Saepudin (KOWASI)
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menjamin limbah yang berasal dari pabrik PT Promed Rahardjo Farmasi Industri (PRFI) yang terletak di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda tidak membahayakan lingkungan. Karena sudah melewati proses pengolahan yang mememuhi baku mutu, limbah tersebut tidak mencemari permukiman warga yang tinggal sekitar pabrik PT PRFI.
"Kami sudah turun ke lapangan ketika muncul protes dari warga terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh limbah dari pabrik PT PRPI. Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, kami tidak menemukan aliran limbah yang mengandung zat kimia berbahaya ke permukiman warga,” kata Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Hj. Dedah Herlina seusai rapat di aula Dinas Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Sukabumi, Jalan Cipanengah Kota Sukabumi, Jumat (5/7/2019).
Dalam pemeriksaan di lapangan, ujar Dedah, DLH melibatkan  unsur pemerintahan kecamatan dan desa setempat serta warga yang menyampaikan protes dan pengaduan. Dengan demikian, hasil pemeriksaan di lokasi yang dilaporkan warga dapat disaksikan bersama-sama oleh tim dan berbagai unsur yang ikut ke lapangan.
“Berdasarkan pemeriksaan di lapangan, dugaan pencemaran muncul setelah ada orang yang membakar sampah di belakang pabrik tersebut. Pembakaran sampah itu menimbulkan kebocoran pada saluran air limbah sehingga air limbah mengalir ke permukiman warga. Pengelola pabrik telah memperbaiki pipa yang bocor tersebut sehingga tidak ada masalah,” kata Dedah.
Ketika terjadi kebocoran pada saluran air limbah, warga menjadi resah karena mereka mengira limbah yang mengalir mengandung zat kimia berbahaya. Padahal, kata Dedah, limbah tersebut tidak mengandung zat kimia yang berbahaya karena telah melewati pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)  yang memenuhi standar dan telah memenuhi baku mutu.
“Saat terjadi kebocoran tersebut,  tidak ada limbah dari pabrik PT PRFI yang mengalir ke permukiman warga yang mengandung zat kimia berbahaya. Sebab limbah cair tersebut telah melalui proses pengolahan di IPAL. Jadi kami pastikan limbah itu aman bagi warga,” ujarnya.  



Dedah pun mengimbau masyarakat yang tinggal di dekat pabrik PT PRFI agar tidak resah dan khawatir terhadap limbah dari pabrik tersebut. Kebocoran saluran air limbah telah diperbaiki dan air limbah yang dialirkan dari pabrik telah melalui pengolahan di IPAL. (*)
Share:

18 Februari, 2019

UPT Dukcapil Palabuhanratu Beri Layanan Khusus untuk Anak Yatim

Wartawan USEP MULYANA
Kantor UPT Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Palabuhanratu memberlakukan kebijakan yang bijaksana yakni membebaskan anak yatim yang berumur di bawah 18 tahun dari biaya pembuatan dokumen kependudukan. Sedangkan bagi kelompok masyarakat yang lainnya diberlakukan biaya sesuai dengan perda.
“Kebijakan ini diambil semata-mata mengharapkan limpahan keberkahan dan  kelancaran dalam menjalankan tugas,” kata Kepala UPT Dukcapil Palabuhanratu, Endra Mulyana dalam wawancara khusus awal pekan ini. 
Cakupan pelayanan gratis untuk anak yatim itu meliputi pembuatan akta kelahiran, kartu keluarga buat ibunya, atau KTP bagi anak yatim yang telah memenuhi syarat. Kelebihan dan hikmah membantu anak yatim, ujar Endra, nashnya jelas tercantum pada Al-Quran.
Sejak dilantik menjadi kepala UPT Dukcapil Palabuhanratu, Endra bersama anak buahnya langsung bergerak ke wilayah-wilayah terpencil untuk memastikan semua warga yang tinggal di wilayah pelayanannya memiliki dokumen kependudukan. Dia mencanangkan gerakan, semua warga terlayani dalam pembuatan KK, KTP, dan akta kelahiran. 
Turun ke bawah, kata Endra, diperlukan untuk  mempercepat proses pembuatan dokumen-dokumen tersebut. Dia menerapkan salah satu filosopi  dalam strategi sepak bola yaitu pertahanan terbaik adalah menyerang. Seperti itu pula, pola kerja yang diterapkannya agar mereka bisa langsung bertatap muka dan menjelaskan tentang pentingnya fungsi dokumen kependudukan bagi warga.
Dalam mewujudkan pelayanan optimal, kata Endra, jajarannya terkendala oleh terbatasnya mesin untuk proses perekaman dan pencetakan KTP. UPT Dukcapil Palabuhanratu harus melayani warga di 6 kecamatan yang terdiri Warungkiara, Bantargadung, Simpenan, Cikakak, Palabuhanratu, dan Cisolok dengan jumlah desa 58.  Di lingkungan kerjanya, Endra dibantu 10 orang staf dan 1 orang kepala tata usaha. “Kami semua sudah seperti saudara. Jadi di antara kami tidak mengenal atasan dan bawahan,” ujarnya. (*)
Share:

11 Februari, 2019

HPN 2019, Gaji Wartawan Masih Saja di Bawah Standar

Wartawan Iyus Firdaus PWI
Gaji dari sebagian wartawan yang bertugas di wilayah Sukabumi masih berada di bawah standar yang layak. Banyak wartawan yang penghasilan tiap bulannya tidak mencukupi untuk menutup pengeluaran selama satu bulan. Mereka harus gali lubang tutup lubang untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.
Karenananya diskursus yang dikembangkan dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2019 tidak hanya menyangkut urusan otak yang direpresentasikan dengan profesionalisme wartawan, tetapi juga penting dibahas urusan kebutuhan perut para wartawan. 
“Meningkatkan profesionalisme wartawan memang penting, bahkan teramat penting. Tetapi juga penting dibahas dan diperhatikan kesejahteraan para wartawan. Bagaimanapun wartawan berhak memperoleh kesejahteraan dalam hidupnya atas profesi yang ditekuninya,” kata Ketua PWI Perwakilan Kota Sukabumi, Abu Hanifah Nasution dalam pernyataannya terkait HPN 2019, Sabtu (9/2/2019).
Sudah menjadi rahasia umum, ujar Hanif, tidak sedikit wartawan yang gajinya  di bawah standar, bahkan ada yang di bawah UMK. Di sisi lain, sebagian wartawan memang dapat menikmati hidup sejahtera karena mendapatkan penghasilan dari usaha yang halal seperti berdagang, menjalankan kongsi usaha dengan pihak lain, atau bisnis di bidang jasa. 
“Saya sering berdialog dengan wartawan dari berbagai organisasi dan media. Sebagian besar dari mereka menyampaikan keluhan minimnya penghasilan yang tidak mencukupi untuk mengimbangi perkembangan harga-harga barang yang terus melambung. Makanya refleksi peringatan Hari Pers Nasional tahun ini, saya juga fokus pada program peningkatan kesejahteraan wartawan di samping upaya meningkatkan profesionalisme” ungkap Hanif.
Hal itu sejalan dengan program kerja kepengurusan PWI Kota Sukabumi yang dipimpinnya yakni memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan para wartawan. Di Kota Sukabumi masih ada wartawan yang belum mempunyai rumah, mereka tinggal di rumah kontrakan atau rumah orang tua.
“Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah memperjuangkan kepemilikan rumah bersubsidi bagi anggota PWI di Kota Sukabumi dan wartawan lainnya. Alhamdulilah sudah ada pengembang yang mau memperjuangkan perumahan untuk wartawan,” katanya.
Sebagai jurnalis berdarah Nasution seperti Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Hanif akan terus berjuang untuk mewujudkan programnya itu. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Islam Bandung ini bersama rekan-rekannya di PWI Kota Sukabumi sudah meletakkan fondasi untuk mencapai obsesi dan cita-cita mensejahterakan wartawan. “Pada peringatan Hari Pers Nasional ini, kami mengajak rekan-rekan wartawan dari semua organisasi untuk berupaya meningkatkan kesejahteraan disertai kerja keras untuk meningkatkan profesionalisme,” ujar Hanif. (*)
Sumber: Pelitasukabumi.com
Share:

08 Januari, 2019

Kabar Baru Vanessa Angel : Mudah Percaya, Vanessa Angel Tak Menyangka Dirinya Bakal Dijebak di Kamar Hotel

Kapanlagi.com - Nama aktris Vanessa Angel belakangan jadi perbincangan hangat oleh publik lantaran dirinya diduga terlibat kasus prostitusi. Setelah bungkam selama beberapa waktu, akhirnya pengacara Vanessa Angel dan Jane Shalimarselaku sahabat pun buka suara soal insiden penggerebekan yang terjadi di Surabaya itu.


Pengacara Vanessa. Muhammad Zakir Rasyidin menyebut kliennya tak pernah terlibat praktik prostitusi seperti yang telah diberitakan selama ini. Menurut penuturannya, kedatangan Vanessa di Surabaya murni untuk menerima job sebagai MC dari seorang wanita bernama Siska.
"Klien kami tidak pernah seperti apa yang dituduhkan. Dia datang diundang oleh wanita bernama Siska. Mbak Vanessa kenal kurang lebih satu tahun dengan Siska. Ke sana atas panggilan saudara Siska untuk mengisi suatu acara bukan sebagai korban prostitusi. Dia berada di tempat dan waktu yang salah," ujar Muhammad Zakir Rasyidin, saat ditemui di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (7/1).
Sumber: Kapan Lagi

Share:

07 Januari, 2019

Aneh Memalukan, Pertanyaan Debat Pilpres Tak Serahasia Kontes Putri Indonesia

RMOL. Partai Demokrat merasa aneh sekaligus mempertanyakan keputusan KPU memberikan daftar pertanyaan kepada kedua pasangan capres-cawapres sebelum debat berlangsung.
"Waduh masa kalah dengan kontes Putri Indonesia dan Miss Universe yang pertanyaannya rahasia tertutup rapat dalam amplop," kata Wakil Sekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin dalam 

Dia mengingatkan bahwa Pilpres 2019 adalah sarana untuk memilih pemimpin negara dengan jumlah penduduk 260 juta.

"Piye (bagaimana) KPU? Jangan buat kebijakan yang buat malu!" ucapnya.

Alasan KPU bahwa debat capres bukanlah kuis tebak-tebakan dinilai tidak tepat. KPU menyebut tujuan pertanyaan dalam debat diberitahukan terlebih dahulu ke pasangan capres-cawapres adalah supaya materi yang disampaikan capres-cawapres di panggung debat bisa utuh karena persiapannya lebih baik.

"Para capres harus berani nolak. Gengsi dong!" tukas Didi.[dem]

(Sumber : RMOL.CO)
Share:

05 Januari, 2019

Tim Advokasi Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia Siap Rebut ATM Para Karyawan Dari Rentenir

Tim Advokat Bang Japar Indonesia (TAJI) Presidium Sukabumi Raya siap membantu para pekerja untuk merebut kartu ATM milik mereka dari tangan rentenir. Berbekal surat kuasa dari pekerja, TAJI dapat memberikan nasihat dan langkah-langkah hukum untuk menyelesaikan utang piutang dan pengambilan kembali ATM dari kaum lintah darat tersebut.
“Banyak kasus di kawasan Sukabumi utara, kartu ATM milik pekerja dijadikan jaminan utang kepada rentenir. Sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar pekerja di wilayah Sukabumi, mereka meminjam uang dari rentenir dengan jaminan kartu ATM,” kata Ketua TAJI Presda Sukabumi Raya, Saleh Hidayat, S.H. ketika ditemui di kantornya, Selasa (1/1/2019).
Padahal, lanjut Saleh, kartu ATM sangat vital fungsinya bagi pekerja untuk menampung gaji bulanan mereka. Oleh rentenir setiap bulan, uang yang masuk ke rekening langsung diambil untuk cicilan pembayaran utang. Biasanya, ujar Soleh, sekali terjerat rentenir, pekerja akan sulit melepaskan diri dari utang dengan bunga yang sangat tinggi.
“Pada saat memberikan pinjaman, memang rentenir itu seperti dewa penolong bagi pekerja. Namun ketika menagih, rentenir seperti pencabut nyawa karena bunganya mencekik leher,” kata Saleh.
Bantuan hukum yang bisa diberikan oleh TAJI kepada para pekerja, kata Saleh, bisa memberikan nasihat/konsultasi hukum atau tindakan praktis di lapangan. Dalam menyelesaikan perkara utang piutang pekerja vs rentenir, TAJI akan melihat terlebih dahulu legalitas usaha si rentenir.
“Kita tahu  karena lembaga yang  berhak menyelenggarakan pinjaman  kepada masyarakat hanya bank dan koperasi yang secara legalitas sudah mendapat izin dari negara,” tutur Ketua PAI (Perkumpulan Advokaten Indonesia) Wilayah Sukabumi Raya tersebut.
Kalau ternyata pihak-pihak yang memberikan pinjaman kepada pekerja itu tidak memiliki legalitas, TAJI akan mensomasi rentenir. Jika diketahui lembaganya ilegal, perjanjian antara pekerja dan rentenir juga tidak sah secara hukum. TAJI akan mengadvokasi para  buruh agar mereka membayar  utang sampai pokoknya saja tanpa ada bunga. 
Para pekerja yang ingin memperoleh bantuan hukum harus datang ke Sekretariat TAJI di Jalan Cikiray Kota Sukabumi untuk konsultasi dan pembuatan surat kuasa. Untuk bikin janji dengan TAJI, pekerja bisa mengontak telepon genggam dengan nomor 085215822442. Sepanjang para buruh yang terjerat utang ke rentenir tidak memberikan surat kuasa, TAJI tidak bisa mengambil tindakan. (*)
Share:

01 Januari, 2019

Begini Pengabdian BJI Presda Sukabumi Raya Untuk Masyarakat

Sukabumi – Organisai Kebangkitan Jawara dan Pengacara Indonesia (BJI) Presidium Sukabumi Raya terus melakukan kegiatan keagamaan secara rutin. Organisasi ini juga berkomitmen tingi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum. kegiatan keagamaan dan bantuan hukum merupakan program utama BJI Presda Sukabumi Raya umgkap Bendahara BJI Presda Sukabumi Raya Ahmad Fakhrizal ketika di wawancara oleh Sukabumi Ekspres di sekretariat BJI Presda Sukabumi Raya.
Penyuluhan hukum kata Fakhri dilakukan dengan mendatangi masyarakat termasuk para buruh pabrik, diantaranya yang sudah berjalan yaitu memberikan penyuluhan hukum kepada karyawan PT. Daehan Global. Dalam hal ini Tim Advokasi Bang Japar Indonesia (TAJI) selalu komitmen dalam menegakkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat khususnya yang berada di Sukabumi dan sekitarnya. Adapun kegiatan keagaman yang sudah berjalan yaitu Qiyamullail setiap malam minggu.
Sumber: Sukabumi Ekspres

Share:
Banner IDwebhost

Label

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.